Selain berkiprah pada bidang militer, Hasan Basry juga terjun dalam dunia politik. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Harian Angkatan 45 Kalsel, anggota DPR, dan Dewan Paripurna Angkatan 45. Dalam mengenang jasa-jasanya, Hasan Basry diberi gelar pahlawan nasional pada 3 November 2001.
4. Laksamana Muda Yos Sudarso
Baca Juga:
Kapuspen Sebut TNI Siap Bantu Media Tempo Cari Pelaku Teror
Pertempuran Laut Aru yang menjadi pertempuran laut paling terkenal di Indonesia menewaskan banyak korban, salah satunya Yos Sudarso. Pria asal Jawa Tengah ini bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pasca kemerdekaan. BKR inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya TNI AL.
Yos Sudarso berpengalaman menjadi komandan dalam berbagai kapal peran seperti KRI Alu, KRI Gajah Mada, KRI Rajawali, hingga KRI Pattimura.
Dalam operasi militer Trikora, Presiden Soekarno mengerahkan pasukan dalam misi pembebasan Irian Barat, dengan Yos Sudarso sebagai Deputi Operasinya. Tiga kapal dikerahkan di Laut Aru, namun sayang ketiga kapal tersebut terlacak pesawat pengintai Belanda.
Baca Juga:
Wali Kota Padang Sambut Kedatangan Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Wibowo
Di tengah situasi yang panas, Kapal KRI Macan Tutul yang dikomandoi Yos Sudarso mengorbankan diri dengan menjadi umpan agar kedua kapal lainnya dapat melarikan diri.
Kekuatan yang tak berimbang itu pun membuat Kapal KRI Macan Tutul tenggelam bersama awak-awaknya, termasuk Yos Sudarso. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Yos Sudarso mendapatkan Bintang Dharma dan kenaikan pangkat menjadi Laksamana Muda Anumerta. Selain itu, ia diberi gelar pahlawan nasional di tahun 1973.
5. Kopral Harun