WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi terhadap anak di tempat penitipan atau daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tengah menjadi sorotan tajam publik.
Tindak keji ini terbongkar usai pihak kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4) lalu. Dalam penggerebekan itu ditemukan kondisi balita yang jauh dari kata layak.
Baca Juga:
Dugaan Kekerasan & Penelataran Anak di Daycare Little Aresha, Patok Tarif Rp1-1,5 Juta per Anak
Melansir CNN Indonesia berikut sejumlah fakta di balik kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja:
Anak-anak diikat dari pagi hingga dijemput orang tua
Bayi dan balita yang dititipkan di Daycare Little Aresha ternyata diikat pada bagian tangan dan kakinya sejak pertama kali tiba di lokasi pada pagi hari.
Baca Juga:
Tegur Ibu Marahi Anak, Prajurit TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan di Depok
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membeberkan bahwa tindakan tak manusiawi tersebut bukan hukuman, melainkan diklaim sebagai 'metode pengasuhan' rutin yang diberlakukan di fasilitas tersebut.
Adrian menjelaskan, anak-anak dibiarkan terikat sepanjang hari hingga waktu penjemputan tiba. Ikatan tersebut hanya dilepas pada momen-momen tertentu, terutama sebagai siasat untuk mengelabui orang tua korban.
"Iya, [langsung diikat sejak dititipkan]. Nanti setelah mau makan baru dipakain baju, difoto untuk dikirimkan dokumentasi kepada wali," ungkap Adrian di Mapolresta Yogyakarta, Senin (26/4).