"Palingan waktu saat mandi, waktu saat makan itu dilepas," sambungnya.
Kekejaman ini turut diperkuat oleh hasil visum medis. Pemeriksaan terhadap tiga anak menunjukkan adanya bekas luka lecet di pergelangan tangan dan kaki yang identik dengan bekas ikatan kuat.
Baca Juga:
Dugaan Kekerasan & Penelataran Anak di Daycare Little Aresha, Patok Tarif Rp1-1,5 Juta per Anak
Berdasarkan pengakuan para tersangka, dalih di balik tindakan kejam ini adalah keterbatasan tenaga pengasuh yang tidak sebanding dengan jumlah anak titipan. Adrian menyebut, dalam satu sif, hanya ada dua hingga empat pengasuh yang harus menanggung beban mengurus sekitar 20 anak sekaligus.
"Kalau dari keterangan dari para pelaku ya, karena mereka itu meng-handle dua orang, ada dua orang, miss itu, meng-handle untuk sampai dua puluh orang," kata Adrian.
"Mereka kesulitan untuk melakukan pekerjaan dari mandi, menggunakan baju sampai ini, sehingga diperintahkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak manusiawi tersebut," lanjutnya.
Baca Juga:
Tegur Ibu Marahi Anak, Prajurit TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan di Depok
Ketua-kepsek yang perintahkan bayi diikat
Kepolisian mengungkap bahwa Ketua yayasan dan kepala sekolah daycare Little Aresha diduga kuat menjadi aktor utama yang menginstruksikan berbagai tindakan tak manusiawi terhadap anak-anak titipan.
Ketua yayasan berinisial DK dan kepala sekolah berinisial AP memberikan perintah penyiksaan itu kepada para pengasuh semata-mata lewat arahan lisan.