Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp juga disebut belum dibaca hingga berita mengenai kasus tersebut ditayangkan.
Sementara itu, sumber internal KPK yang dikutip secara anonim menyebut Winda yang pernah diperiksa sebagai saksi dan Winda yang meninggal di Medan merupakan orang yang sama, tetapi informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh KPK.
Baca Juga:
Amplop Bupati Kuansing untuk Raja Juli Diduga Berisi 14.000 SGD, KPK Temukan Selisih Pengembalian
DPR Minta Kasus Diungkap Transparan
Anggota Komisi XIII DPR RI Yasonna Laoly meminta Polda Sumatera Utara mengusut kematian Winda secara terbuka agar berbagai pertanyaan mengenai kasus tersebut dapat terjawab.
“Kita minta Polda Sumut mengungkap kasus ini secara terbuka dan transparan,” ujar Yasonna, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga:
Ditegur KPK terkait Hibah APBD ke Vertikal, Pemprov Sulteng Melawan(?)
Yasonna menilai sejumlah informasi dan temuan yang muncul dalam pemberitaan mengenai kematian Winda memerlukan penyelidikan lebih mendalam.
Menurutnya, beberapa hal yang mencuat dalam kasus tersebut terlihat janggal sehingga kepolisian perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
“Untuk itu Polda Sumut perlu membentuk Tim Khusus untuk menyelidikinya,” pungkas Yasonna.