Ia juga menuturkan bahwa dari hasil pantauan Puspenpol di TikTok, video viral Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama dengan lansia berumur 82 tahun menerima respons negatif dari netizen.
Para netizen menyayangkan pernyataan Ahok yang bicara dengan nada tinggi dan arogan kepada lansia tersebut.
Baca Juga:
Ahok Diperiksa Hampir Delapan Jam, Bilang Kaget Ada Penyimpangan di Perusahaan
Apalagi, Ahok yang kini menjadi salah satu amunisi Ganjar-Mahfud dinilai melakukan offside dan berpotensi menggerus elektabilitas suara pasangan tersebut di kalangan voters yang menjadi swing voters dan kelompok minoritas.
“Dari hasil pantauan Puspenpol di TikTok, Video Viral FYP Pak Ahok dengan seorang lansia berusia 82 tahun mendapat respons negatif dari Netizen TikTok," ucapnya.
"Netizen menyayangkan sikap Pak Ahok yang berbicara dengan nada tinggi dan arogan dengan ibu itu," imbuhnya.
Baca Juga:
Kejagung Dalami Peran Ahok di Kasus Pertamina yang Diduga Tahu Adanya Korupsi
"Hal ini juga berpotensi menggerus suara Ganjar-Mahfud khususnya dari segmen kelompok minoritas,” tuturnya.
Adrian juga menambahkan bahwa sikap Ahok yang menjelekkan Jokowi dan Prabowo juga disayangkan oleh netizen, mengingat Ahok dulu pernah maju sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi juga mendapat dukungan dari Prabowo Subianto.
“Banyak Netizen juga menyayangkan sikap Ahok yang menjelekkan Presiden Jokowi dan Pak Prabowo, padahal Ahok dulu maju di DKI Jakarta bersama Pak Jokowi didukung oleh Pak Prabowo juga kan, dan bisa jadi Gubernur juga menggantikan Pak Jokowi,” tambahnya.