"Ya hasilnya tidak sesuai target si caleg. Suaranya justru salah satu yang terendah dibanding caleg-caleg di nomor yang sama."
Kejadian si caleg bolak-balik naik kereta Bogor-Jakarta terjadi dua hari setelah pencoblosan. Dari cerita tim sukses kepadanya, keluarga sang caleg sampai harus menjemput karena dia enggan pulang.
Baca Juga:
Putusan MK: Caleg Tak Boleh Semena-mena, Dilarang Mundur untuk Ikut Pilkada
Beberapa hari setelahnya Icuk ditelepon si caleg yang isinya: "Minta tolong, masih bisa enggak dimenangin?"
Icuk menjawab: "Saya bilang 'nanti kami coba, kami tanyakan apa masih ada kesempatan dan hitung dulu jumlah kursinya'. Intinya dia masih berharap."
Enggan Berada di Rumah
Baca Juga:
DPRK Subulussalam di Mita Mencoret 2 Nama Calon Anggota Baitul Mal dari 8 yang Diusulkan Wali Kota
Sementara itu, di Dapil Pamekasan V, Jawa Timur, Suwasik, seorang anggota calon legislatif dari Partai Garuda, harus menerima kekalahan untuk kedua kalinya.
Meskipun rasa kecewa yang dirasakannya tidak sebesar sebelumnya, pikirannya menjadi kacau setelah mengetahui bahwa jumlah suaranya tidak mencukupi untuk membawanya ke DPRD Kabupaten Pamekasan.
Dia mengatakan bahwa selama 10 hari setelah pemilihan, ia lebih sering berada di luar rumah.