Setelah itu, ia dipercaya memimpin Balai Pelatihan Pertanian Lampung hingga 2024.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Abdul Roni bukan hanya memahami komoditas dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi pembinaan petani, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, dan penyebaran pengetahuan teknis ke lapangan.
Baca Juga:
Mahfud: Jika Tahu Siapa yang Bayar Demo, Sebutkan ke Publik
Fase berikutnya datang ketika ia dipercaya memimpin Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sejak Jumat (29/11/2024) hingga Selasa (08/07/2025).
Di posisi itu, ia berada dekat dengan agenda pengembangan teknologi produksi serealia dan modernisasi pertanian pangan.
Setelah itu, Abdul Roni mendapat amanah di Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan yang memiliki medan kerja luas, rumit, dan menyentuh banyak komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga:
Halte Tebet Eco Park Hancur Ditabrak Truk, Pengemudi Masih Diburu Polisi
Tantangan di direktorat ini tidak kecil karena tanaman semusim dan tahunan berkaitan langsung dengan produktivitas kebun rakyat, ketersediaan benih unggul, perlindungan tanaman, hilirisasi, daya saing ekspor, dan kesejahteraan pekebun.
Komoditas seperti tebu, kopi, kakao, karet, teh, lada, pala, cengkeh, vanili, dan jambu mete tidak cukup hanya dikejar dari sisi luas tanam.
Komoditas-komoditas itu juga menuntut pembenahan produktivitas, kualitas bahan baku, kepastian pasar, kesiapan industri olahan, serta kemampuan petani masuk ke rantai nilai yang lebih menguntungkan.