“Pengelolaan kebun yang adaptif menjadi langkah penting,” kata Roni.
Kalimat itu menjadi penting karena petani tanaman semusim dan tahunan kini berhadapan dengan cuaca yang makin sulit ditebak, risiko hama penyakit, keterbatasan air, dan kebutuhan konservasi tanah.
Baca Juga:
Mahfud: Jika Tahu Siapa yang Bayar Demo, Sebutkan ke Publik
Kementerian Pertanian juga mendorong penggunaan benih unggul, konservasi tanah dan air, pengelolaan kebun berkelanjutan, hingga pendampingan pekebun untuk mengantisipasi dampak iklim.
Artinya, tantangan Abdul Roni bukan hanya soal memimpin direktorat, tetapi juga memastikan kebijakan teknis benar-benar turun sampai ke kebun rakyat.
Kopi harus dijaga mutunya sejak budidaya hingga pascapanen.
Baca Juga:
Halte Tebet Eco Park Hancur Ditabrak Truk, Pengemudi Masih Diburu Polisi
Kakao harus diperkuat produktivitas dan kualitas bijinya agar mampu bersaing di pasar olahan.
Tebu harus ditingkatkan produktivitasnya agar agenda penguatan gula nasional tidak berhenti sebagai target di atas kertas.
Karet harus dijaga daya saingnya di tengah tekanan harga dan kebutuhan pembaruan tanaman.