Kedua kota itu tercatat berhasil menurunkan kadar PM2.5 lebih dari 45 persen sejak tahun 2010.
Sementara itu, kota Amsterdam dan Rotterdam di Belanda mencatat kemajuan paling besar dalam pengurangan nitrogen dioksida atau NO2 dengan penurunan lebih dari 40 persen.
Baca Juga:
Jaga Kualitas Udara Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur, MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Menteri LH Segel Pabrik Logam di Banten
San Francisco juga mencatat pencapaian penting karena menjadi satu-satunya kota di Amerika Serikat yang mampu menurunkan kadar kedua polutan tersebut lebih dari 20 persen.
Secara keseluruhan, China dan Hong Kong menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar dalam daftar tersebut dengan sembilan kota masuk dalam kategori berhasil menekan polusi udara secara signifikan.
Kota-kota di Eropa kemudian melengkapi daftar kota yang berhasil memperbaiki kualitas udara dalam laporan tersebut.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Soroti Polusi dari Pembakaran Sampah, Minta Penegakan Perda Konsisten
"Laporan ini menunjukkan bahwa kota-kota dapat mencapai apa yang dulunya dianggap mustahil: Mengurangi polusi udara beracun sebesar 20-45 persen hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu dekade," ujar Direktur Eksekutif Breathe Cities, Cecilia Vaca Jones.
Disebutkan pula bahwa kota-kota besar lain seperti Bangkok di Thailand dan Warsawa di Polandia membuktikan krisis polusi udara yang memicu berbagai gangguan pernapasan sebenarnya dapat diatasi.
Polusi udara sendiri sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan gas beracun serta partikel berbahaya bagi kesehatan manusia.