Sementara
itu, Paur Humas Polres Selayar, Ipda Hasan, mengatakan, Abdullah dan Asdianti jadi
tersangka setelah Satreskrim Polres Selayar melakukan gelar perkara.
"Sebelumnya
mereka diperiksa sebagai saksi, setelah dilakukan gelar perkara maka dinaikkan
ke tingkat penyidikan dan dipanggil diperiksa sebagai tersangka," kata
Hasan, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/3/2021).
Baca Juga:
Siswa SMA di Pinrang Diduga Cabuli 16 Bocah, Bereaksi Sejak Duduk di Bangku SMP
Namun,
hanya Abdullah yang memenuhi panggilan.
Sementara
Asdianti tidak bisa dihubungi penyidik karena nomor telepon genggamnya tidak
lagi aktif.
"Abdullah
sudah memenuhi panggilan dan tidak dilakukan penahanan tetapi menjalani wajib
lapor Senin dan Kamis. Sedangkan Asdianti belum dilakukan pemeriksaan karena
tidak jelas keberadaannya dan nomornya tidak aktif," jelasnya.
Baca Juga:
Polisi Periksa Dua Mantan Pacar dan Kerabat Terkait Penemuan Kerangka Feni Ere di Palopo
Hasan
mengungkapkan peran kedua tersangka melakukan persekongkolan sehingga terjadi
transaksi jual beli tanah di Lantigiang.
"Yang
banyak berperan Asdianti, dan Kasman. Sementara Abdullah turut mengetahui dan
menandatangani dan lahirlah surat keterangan jual beli tanah," bebernya.
Sedangkan
pemilik tanah, Syamsul Alam, saat ini masih jadi saksi.