Setelah beristirahat, pihak kepolisian kemudian mengantarkan Arif dan keluarganya hingga sampai ke tujuan di Kabupaten Pekalongan.
Arif mengungkapkan, awalnya ia sudah memahami rute utama yang akan dilalui melalui pertigaan Kecamatan Bantarbolang menuju Pekalongan menggunakan jalan provinsi.
Baca Juga:
Mengejutkan, Pengacara Terdakwa Kasus Dugaan Rudapaksa di Jambi: Kejadian Itu Atas Dasar Suka Sama Suka
“Namun saat mengecek lewat aplikasi peta, kami tertarik untuk menggunakan jalur lainnya melalui jalan Desa Pabuaran untuk memangkas jarak sekitar 4 kilometer,” ujar Arif.
Di Desa Pabuaran, Arif sempat berhenti untuk beristirahat dan melaksanakan salat maghrib sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif tersebut.
Perjalanan kemudian berlanjut memasuki kawasan hutan dan perbukitan yang minim penerangan.
Baca Juga:
Hidden Sodium: Bahaya Tersembunyi di Balik Camilan Manis Favorit
“Kami memasuki kawasan hutan dan perbukitan, melintasi jalan Desa Parunggalih menuju Desa Jatiroyom, tetapi setelah itu saya akhirnya memutuskan putar balik.”
Keputusan tersebut diambil setelah merasa jalur yang dilalui semakin tidak meyakinkan.
“Namun ketika akan memutar balik, tiba-tiba hujan turun sehingga sepeda motor selip dan terjebak pada jalan yang berlumpur,” ungkap Arif.