Yuyu hanya mampu bertahan kurang dari 24 jam dalam perawatan sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/2/2026) sore.
Hingga Kamis (12/2/2026) petang, data dari RSUD Ciereng dan pihak kepolisian mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat tragedi miras oplosan di Subang telah mencapai sembilan orang.
Baca Juga:
Seorang Anak Jalanan 12 Tahun Tewas Usai Minum Miras Oplosan, Dinkes Cianjur Tegur Pihak Apotek
Para korban dilaporkan meninggal secara bertahap sejak awal pekan setelah menghadiri pesta minuman oplosan di sejumlah lokasi berbeda dengan jenis minuman serupa.
Selain sembilan korban meninggal, dua orang lainnya masih berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Ciereng.
Satu korban lain dilaporkan sempat menjalani perawatan dan kini diperbolehkan rawat jalan.
Baca Juga:
Buntut Kasus Miras Oplosan di Bogor dan Cianjur, BPOM Akan Perketat Minuman yang Belum Sertifikasi
Kisah Yuyu yang meninggalkan seorang anak berusia 19 tahun menjadi potret kelam bahaya laten miras oplosan yang terus menghantui masyarakat Subang.
Polisi telah menetapkan pemasok dan pemilik toko miras oplosan sebagai tersangka, namun nyawa para korban tak dapat dikembalikan.
Tragedi ini kembali menegaskan bahwa miras oplosan kerap tidak langsung membunuh, melainkan memberikan jeda waktu ketika organ vital seperti hati, ginjal, dan sistem pernapasan dihancurkan secara perlahan hingga berujung gagal napas atau henti jantung.