WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) terus mempertegas komitmennya dalam mendorong transformasi industri pertambangan nasional menuju arah yang lebih berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah perusahaan tambang batu bara, yang difokuskan pada percepatan elektrifikasi operasional tambang serta peningkatan efisiensi energi.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Integrated Business Solution.
Melalui kesepakatan ini, PLN akan menyuplai kebutuhan listrik ke berbagai perusahaan tambang dengan kapasitas yang signifikan, di antaranya PT Trubaindo Coal Mining sebesar 30 MVA, PT Sembada Makmur Sejahtera sebesar 55 MVA, PT Marga Bara Jaya sebesar 35 MVA, PT Maruwai Coal sebesar 71 MVA, PT Makmur Sejahtera Wisesa sebesar 106 MVA, serta PT Berau Coal sebesar 29 MVA.
Selain penyediaan listrik, PLN melalui anak usahanya juga mengembangkan layanan terintegrasi guna mendukung kebutuhan infrastruktur kelistrikan di sektor tambang.
Baca Juga:
Dukung Ekosistem Digital Indonesia, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal bagi Pusat Data Berbasis AI
Kerja sama ini mencakup pembangunan instalasi dan gardu pelanggan bersama PT Masmindo Dwi Area, pembangunan instalasi milik pelanggan dengan PT Maruwai Coal, hingga penyusunan engineering design serta pembangunan instalasi tegangan tinggi untuk PT Sembada Makmur Sejahtera.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam implementasi konsep green mining, yakni praktik pertambangan yang mengedepankan penggunaan energi bersih, efisiensi operasional, serta keandalan sistem energi.
Penandatanganan Integrated Business Solution oleh Presiden Direktur PT Maruwai Coal, Totok Azhariyanto (kedua dari kiri), Direktur PT Sembada Makmur Sejahtera, Ten Yi Lung (keempat dari kiri), dan Direktur Project PT Masmindo Dwi Area, Dhira Nandana (kanan) yang disaksikan oleh EVP BKI, Abdan Hanif Satria (kiri), EVP PPR, Joni (ketiga dari kiri), EVP APR, Dini Sulistyawati (ketiga dari kanan), dan Direktur Operasi dan Pengembangan PT PLN Nusa Daya, Reny Wahyu Setiaswan (kedua dari kanan) di Jakarta, Selasa (21/04/2026).