Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menekankan bahwa transisi energi bukan hanya soal menjawab isu perubahan iklim, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
"Pengembangan green mining di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan," ujar Adi.
Baca Juga:
PLN Dukung Industri Kertas Nasional, IKPP Karawang Dapat Pasokan Listrik 250 MVA
Ia juga menambahkan bahwa PLN siap menghadirkan berbagai solusi layanan kelistrikan yang inovatif dan fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan tambang.
Forum diskusi yang digelar menjadi wadah penting untuk memetakan potensi pertumbuhan kebutuhan listrik di sektor ini.
"Forum ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan demand listrik sektor tambang, menentukan batas optimal layanan PLN, serta merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan pasca umur tambang," papar Adi.
Baca Juga:
PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Dari sisi teknis, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menjelaskan bahwa konsumsi energi terbesar dalam aktivitas tambang berada pada tahap pengangkutan material (hauling).
Oleh karena itu, penggunaan listrik pada proses tersebut dinilai menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati dalam sambutannya, Selasa (21/04/2026) mengidentifikasikan bahwa titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses ini menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus juga menurunkan emisi.