"Oleh karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling ini menjadi salah satu langkah konkret untuk bagaimana kita meningkatkan efisiensi operasional sekaligus juga menurunkan emisi," ujar Dini.
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Priyadi, menyambut baik kolaborasi antara PLN dan pelaku industri tambang.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Noemuke, 149 KK Kini Nikmati Terang dan Peluang Baru
Ia menilai sinergi ini dapat menciptakan hubungan saling menguntungkan sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
"Nah ini adalah kesempatan yang baik, baik bagi kita produsen batu bara maupun PLN sebagai penyedia strumnya. Supaya ini terjadi simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan," imbuh Priyadi.
Dukungan terhadap elektrifikasi tambang juga datang dari pelaku industri, salah satunya PT Borneo Indobara.
Baca Juga:
Dukung Ekosistem Digital Indonesia, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal bagi Pusat Data Berbasis AI
Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara, Adi Supriyatna, mengungkapkan bahwa langkah elektrifikasi menjadi strategi penting perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta volatilitas harga bahan bakar.
“Elektrifikasi PT Borneo Indobara merupakan langkah strategis menuju pertambangan hijau untuk merespons ancaman perubahan iklim dan tren kenaikan harga bahan bakar. Transisi ini didukung oleh pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif bersama PLN guna mengoperasikan berbagai alat berat listrik serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik” pungkasnya (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.