Dengan memanfaatkan listrik sebagai sumber energi utama, diharapkan penggunaan bahan bakar fosil dapat ditekan secara signifikan, khususnya dalam operasional alat berat.
Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari Hendrawanto, menegaskan bahwa elektrifikasi alat berat merupakan langkah krusial dalam menurunkan emisi karbon di sektor pertambangan.
Baca Juga:
PLN Dukung Industri Kertas Nasional, IKPP Karawang Dapat Pasokan Listrik 250 MVA
Hal ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
"Strategi pengurangan emisi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengurangan produksi, substitusi energi ke sumber lain seperti biomassa, serta peningkatan efisiensi dan elektrifikasi. Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, mengingat konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan pengangkutan dan pemindahan material," ujar Ari dalam Focus Group Disscusion Powering The Future of Green Mining di Jakarta, Selasa (21/04/2026).
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa selain berdampak pada lingkungan, elektrifikasi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pelaku industri.
Baca Juga:
PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Efisiensi biaya operasional dapat dicapai melalui perbandingan harga bahan bakar diesel dengan tarif listrik yang lebih kompetitif.
Sesi Focus Group Discussion dengan narasumber Koordinator Konservasi Minerba dan Batubara Kementerian ESDM, Ari Hendarwanto (kiri), Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Ir. Priyadi (kedua dari kiri), Division Head Project Expansion PT Borneo Indobara, Adi Supriyatna (ketiga dari kiri), Vice President Pelanggan Korporasi dan Bisnis Indivisi DIV APR PLN, dan Faisal Muslim (kedua dari kanan) dan moderator Head of Private and Business Law Study sekaligus Dosen di Jentera Law School, Muhammad Faiz Aziz (kanan) di Jakarta, Selasa (21/04/2026).
"Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar," imbuhnya.