“Kami juga menyampaikan keprihatinan atas terbatasnya kemajuan dalam perundingan di bidang pertanian. Indonesia akan terus mendorong pendekatan yang tegas namun konstruktif agar kepentingan negara berkembang tetap terakomodasi dalam agenda reformasi pertanian WTO,” kata Budi.
Ia menambahkan, sejumlah isu utama yang terus diperjuangkan antara lain Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) untuk menjamin ketahanan pangan, Special Safeguard Mechanism (SSM) sebagai instrumen untuk mengatasi lonjakan impor, serta Special and Differential Treatment (S&DT) bagi negara berkembang.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Rekonstruksi Kasus Tindak Pidana Rudapaksa
Menurut Budi, ketiga isu tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan sistem perdagangan global dapat lebih berpihak pada kebutuhan pembangunan dan ketahanan pangan negara berkembang.
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.