Menurut Didit, rangkaian kegiatan pop-up store ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan promosi sekaligus memperkuat kesadaran (awareness) terhadap produk fesyen dan aksesori Indonesia di pasar Jepang.
Dari sisi pelaku usaha, desainer PROSA Archive, Zoe Natasha, mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam kegiatan ini menjadi langkah awal untuk ekspansi ke Jepang. Ia berharap produknya dapat diterima dan membuka peluang kerja sama bisnis dengan perusahaan setempat.
Baca Juga:
Kemendag Gelar China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit, Bahas Isu Aluminium hingga Peluang Ekspor
Hal serupa disampaikan pemilik Tieka Huza, Atikah, yang melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan batik Indonesia dalam perspektif modern yang relevan dengan pasar Jepang. Ia juga berharap keikutsertaan ini dapat memperkuat posisi global serta identitas merek berbasis warisan budaya.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.