Dalam pidato videonya, Zelensky menuduh Rusia dengan berani menulis ulang sejarah dan menggambar ulang perbatasan menggunakan pembunuhan, pemerasan, penganiayaan dan kebohongan, sesuatu yang dia sebut tidak akan diizinkan oleh Kiev.
Namun dia mengatakan bahwa Kiev tetap berkomitmen pada gagasan koeksistensi dengan Rusia.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
"Dengan kondisi yang setara, jujur, bermartabat dan adil," ujarnya.
“Jelas, dengan presiden Rusia ini tidak mungkin. Dia tidak tahu apa itu martabat dan kejujuran. Oleh karena itu, kami siap untuk berdialog dengan Rusia, tetapi dengan presiden Rusia lainnya,” kata Zelensky. [Tio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.