“Sekarang, jet-jet tempur dan helikopter serang Israel terbang dengan di sisi-sisinya burung-burung yang terbang dengan kecepatan tinggi, dan berisiko bertabrakan dengan jet tempur dan helikopter,” demikian laporan Middle East Eye.
Masalah lain muncul dari sistem radar militer yang kerap keliru mengidentifikasi kawanan burung sebagai objek mencurigakan atau ancaman di udara.
Baca Juga:
Langit Israel Memerah, Iran Hantam Fasilitas Energi Haifa
Akibatnya, beberapa objek yang sebenarnya adalah burung kerap disalahartikan sebagai drone atau ancaman lain oleh sistem pengawasan militer.
"Angkatan Darat Israel khawatir pada tabrakan berkecepatan tinggi dengan burung-burung besar seperti bangau dan pelikan di udara yang menyebabkan kerusakan signifikan pada peralatan militer, dan tidak jarang menyebabkan kematian pilot jet tempur,” tulis laporan tersebut.
Selain risiko tabrakan, kekeliruan radar juga membuat militer Israel terkadang menembakkan rudal atau interseptor terhadap target yang ternyata hanyalah kawanan burung.
Baca Juga:
Langit Teheran Gelap Total, “Hujan Hitam” Beracun Turun Usai Depot Minyak Dihantam Israel
Ahli ornitologi Israel Yossi Leshem mengatakan bahwa hingga kini belum ada data resmi dari otoritas militer mengenai jumlah burung besar yang ditembak karena disangka sebagai ancaman di radar.
“Bahwa rudal-rudal yang harganya jutaan dolar (AS), dibuang sia-sia untuk menembak burung-burung yang terdeteksi sebagai drone-drone penyerang,” kata Leshem kepada Middle East Eye.
Ia menambahkan bahwa militer Israel kini berupaya mencari solusi agar sistem pertahanan mereka dapat membedakan dengan lebih akurat antara burung migran dan drone penyerang.