“Namun itu cuma sebagian masalah, karena perang destruktif yang dilakukan Israel di kawasan ini juga telah menghancurkan kehidupan ekologis,” ujar Leshem.
Menurutnya, konflik bersenjata yang berlangsung di kawasan tersebut juga menimbulkan kerusakan ekologi yang luas di sejumlah wilayah.
Baca Juga:
Langit Israel Memerah, Iran Hantam Fasilitas Energi Haifa
Ia menyebut kawasan Lembah Hula yang sebelumnya menjadi habitat sekitar 50 ribu spesies hewan dan tumbuhan turut terdampak akibat konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 di Gaza.
Selain itu, pertempuran antara militer Israel dan pejuang Hizbullah di wilayah selatan Lebanon serta di kawasan Dataran Tinggi Golan Suriah juga dilaporkan merusak hutan dan lahan pertanian yang menjadi sumber kehidupan manusia maupun satwa.
“Tentara Israel menyemprotkan bahan-bahan kimia di lahan-lahan tersebut di Suriah, dan juga di Lebanon yang menghancurkan tanaman, melukai satwa, dan hewan-hewan ternak lainnya,” kata Leshem.
Baca Juga:
Langit Teheran Gelap Total, “Hujan Hitam” Beracun Turun Usai Depot Minyak Dihantam Israel
Middle East Eye juga menyoroti bahwa kerusakan lingkungan akibat konflik tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Palestina dan Lebanon, tetapi juga berdampak hingga ke Iran.
Serangan udara yang menargetkan infrastruktur pengelolaan bahan bakar minyak di Iran dilaporkan memicu munculnya asap pekat beracun di atmosfer.
“Yang itu menyebabkan kemunculan asap pekat beracun di lapisan udara Teheran, yang sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan,” demikian laporan Middle East Eye.