Instruksi ketat disebut datang langsung dari pimpinan tertinggi Hamas, baik dari sayap politik maupun militer, untuk menjaga sandera secara intensif, termasuk mereka yang telah meninggal dunia.
“Perintahnya jelas untuk melestarikan mereka semua,” lanjut sumber tersebut.
Baca Juga:
Greenland dan Ambisi yang Terlalu Jauh
Melalui pertemuan rahasia yang berlangsung selama gencatan senjata November 2023 dan dilanjutkan secara lebih intensif pada Januari 2025, Hamas membangun sistem koordinasi yang terstruktur.
Dalam proses itu, Hamas bekerja sama dengan Brigade Al-Quds dari Jihad Islam Palestina yang dinilai memiliki jaringan terowongan dan kemampuan logistik lebih luas.
Sandera hidup dipindahkan secara berkala dari wilayah utara Gaza yang menjadi pusat pertempuran ke bagian selatan.
Baca Juga:
Ambisi Trump atas Greenland Picu Wacana Pelengseran Presiden AS
Perpindahan dilakukan dari satu terowongan ke lokasi persembunyian lain, termasuk apartemen rahasia, guna menghindari pencarian besar-besaran pasukan Israel.
“Dalam beberapa kesempatan, tentara Israel hanya berjarak beberapa meter dari sandera,” ungkap sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa tim pengamanan Hamas berhasil mengelabui pasukan Israel atau mengevakuasi sandera dengan metode yang hingga kini dirahasiakan.