Pernyataan Trump juga mencerminkan pengakuan implisit bahwa penilaian awal intelijen Amerika Serikat dan Israel terlalu pesimistis.
Analisis awal memperkirakan sejumlah jenazah sandera tidak akan pernah ditemukan akibat kerusakan masif di Gaza.
Baca Juga:
Trump Peringatkan Netanyahu, Sebut Israel Bisa Hancur Lebur Tanpa Dirinya
Namun melalui mekanisme pertukaran yang disusun secara bertahap, Hamas berhasil memulangkan sandera satu per satu.
Sebagian kecil sandera hidup berhasil dibebaskan melalui operasi intelijen Israel.
Mayoritas lainnya, baik hidup maupun meninggal dunia, dipulangkan melalui jalur negosiasi.
Baca Juga:
AS Dinilai Mundur Besar, Garis Merah Washington ke Iran Disebut Runtuh
Proses tersebut mencapai puncaknya dengan ditemukannya jenazah Ran Goili, sandera terakhir, beberapa pekan setelah penyerahan jenazah lainnya.
Peristiwa ini menutup satu bab panjang pertukaran sandera yang penuh risiko dan komplikasi.
Kini, di atas puing-puing Gaza, tersisa paradoks sejarah yang sulit diabaikan.