Pernyataan Trump juga mencerminkan pengakuan implisit bahwa penilaian awal intelijen Amerika Serikat dan Israel terlalu pesimistis.
Analisis awal memperkirakan sejumlah jenazah sandera tidak akan pernah ditemukan akibat kerusakan masif di Gaza.
Baca Juga:
Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, Sebut AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang
Namun melalui mekanisme pertukaran yang disusun secara bertahap, Hamas berhasil memulangkan sandera satu per satu.
Sebagian kecil sandera hidup berhasil dibebaskan melalui operasi intelijen Israel.
Mayoritas lainnya, baik hidup maupun meninggal dunia, dipulangkan melalui jalur negosiasi.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Proses tersebut mencapai puncaknya dengan ditemukannya jenazah Ran Goili, sandera terakhir, beberapa pekan setelah penyerahan jenazah lainnya.
Peristiwa ini menutup satu bab panjang pertukaran sandera yang penuh risiko dan komplikasi.
Kini, di atas puing-puing Gaza, tersisa paradoks sejarah yang sulit diabaikan.