Park Jong-chul meninggal dunia akibat penyiksaan, sementara otoritas saat itu sempat mengaitkan kematiannya dengan narasi yang kemudian terbukti menyesatkan.
Dampak kesalahan pemasaran tersebut langsung menghantam Starbucks Korea.
Baca Juga:
Kajari Sergai Ditangkap Kejagung, Kejati Sumut Gerak Cepat Tunjuk Bani Ginting Jadi Plh
Perusahaan menghadapi boikot pelanggan, perusakan produk merchandise, hingga penghentian kerja sama dari sejumlah kementerian di Korea Selatan.
Sebagai respons awal, seluruh materi promosi ditarik dalam hitungan jam.
Direktur utama Starbucks Korea juga diberhentikan pada hari yang sama setelah kontroversi tersebut meluas.
Baca Juga:
PLN Perluas Listrik Bersih ke Rote Ndao, ALPERKLINAS: Energi Surya Buka Jalan Ekonomi Maritim Warga
Hasil penyelidikan internal menunjukkan tim pemasaran menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk memperoleh usulan slogan dalam kampanye tersebut.
Masalah pengawasan kemudian menjadi sorotan karena sejumlah manajer yang menyetujui kampanye diketahui tidak membuka lampiran surat elektronik berisi materi promosi secara lengkap.
Perusahaan menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan dalam kasus pemasaran tersebut.