Manajemen Starbucks Korea juga memperkenalkan daftar periksa sensitivitas sosial baru dalam proses persetujuan pemasaran.
Sistem baru itu mencakup pengawasan terhadap isu politik, gender, militer, bencana, tanggal peringatan bersejarah, kekerasan, hingga ekspresi kebencian.
Baca Juga:
Komdigi Tegur YouTube Buntut Konten Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak-anak
Selama pelatihan nasional berlangsung, hanya sebagian kecil gerai di bandara yang tetap beroperasi.
Gelombang kritik publik juga direspons dengan permintaan maaf terbuka dari jajaran petinggi perusahaan.
Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi nasional, Chung menyampaikan permohonan maaf tertulis dan membungkuk tiga kali sebagai bentuk penyesalan.
Baca Juga:
Kasus Pemerasan Bupati Pemalang: KPK Sita Moge, Mobil, Uang Asing hingga Logam Mulia
Starbucks Korea menyatakan sangat menyesal atas insiden pemasaran yang dinilai tidak dapat diterima tersebut.
Perusahaan juga menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya tidak pernah terjadi.
Markas besar Starbucks di Seattle, Amerika Serikat, turut mengirim surat permintaan maaf tertulis kepada May 18 Foundation yang mewakili kelompok korban Gwangju.