Meski begitu, Kepolisian Seoul tetap menetapkan Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, serta mantan direktur utama Starbucks Korea sebagai tersangka pidana.
Proses penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung untuk mendalami dugaan pelanggaran dalam kasus tersebut.
Baca Juga:
Kajari Sergai Ditangkap Kejagung, Kejati Sumut Gerak Cepat Tunjuk Bani Ginting Jadi Plh
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Starbucks Korea mewajibkan seluruh unsur perusahaan mengikuti program edukasi ulang.
Staf kantor pusat Starbucks Korea bersama para eksekutif divisi E-Mart dijadwalkan menjalani pelatihan sejarah di pusat pelatihan internal grup.
Ketua Shinsegae Chung Yong-jin beserta para CEO afiliasi lainnya mengikuti sesi pelatihan terpisah.
Baca Juga:
PLN Perluas Listrik Bersih ke Rote Ndao, ALPERKLINAS: Energi Surya Buka Jalan Ekonomi Maritim Warga
Dilansir NBC News, program edukasi tersebut melibatkan akademisi dari Universitas Sungkyunkwan.
Seorang profesor sejarah akan memimpin kuliah mengenai berbagai peristiwa penting di Korea Selatan sejak era 1950-an.
Selain materi sejarah, seorang profesor sosiologi dari universitas yang sama juga memberikan kuliah mengenai pentingnya perusahaan mempertimbangkan isu sejarah, hak asasi manusia, gender, serta tenaga kerja dalam strategi bisnis.