"‘Menghancurkan’ fasilitas energi Iran jika tidak membuka kembali Selat Hormuz," ancam Trump.
Ancaman tersebut mempertegas bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel kini telah meluas ke sektor energi, tidak lagi terbatas pada aspek militer semata.
Baca Juga:
Iran Sampaikan Salam Idulfitri untuk RI dan Pesan Keras untuk AS-Israel
Sebagai balasan, Iran menyatakan akan menargetkan fasilitas energi yang terkait dengan AS di kawasan Teluk apabila ancaman tersebut direalisasikan.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke wilayah yang lebih luas di Timur Tengah.
Di Inggris, Starmer dijadwalkan memimpin rapat darurat Cobra guna membahas dampak konflik terhadap ekonomi domestik.
Baca Juga:
Iran Balas Ultimatum Trump: Siap Bikin Negara Teluk Mati Lampu dan Kehausan
Pertemuan itu akan melibatkan sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Bank of England, untuk mengkaji keamanan energi, gangguan rantai pasok, serta lonjakan biaya hidup.
Ketegangan juga meningkat di sektor militer setelah Iran dilaporkan memiliki kemampuan rudal jarak jauh hingga 4.000 kilometer.
Iran bahkan disebut sempat menargetkan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia.