Dua rudal balistik diluncurkan dalam serangan tersebut, namun satu gagal mencapai target dan satu lainnya berhasil dicegat.
Pemerintah Inggris juga telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam melancarkan serangan terhadap target Iran yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Baca Juga:
Hubungan RI-Iran Disebut Sedang Terluka, Eks Dubes Bongkar Insiden Kapal Tanker hingga Kapal Perang
Kebijakan ini menandai perubahan sikap Inggris yang sebelumnya hanya mengizinkan penggunaan pangkalan untuk operasi defensif.
Dengan situasi yang semakin memanas, Selat Hormuz kini menjadi titik krusial dalam konflik Iran dengan AS dan Israel.
Jika jalur ini tetap tertutup, dampaknya berpotensi mengguncang ekonomi global secara luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Kapal Gamsunoro Sukses Lintasi Selat Hormuz, Sinergi Sinergi Kemlu dan PIS
Sebelumnya, harga minyak mentah dunia juga mengalami lonjakan usai Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Dilaporkan Bloomberg, harga minyak Brent kontrak Mei naik 1,5 persen ke level US$113,90 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.
Sementara itu, harga minyak WTI untuk pengiriman Mei meningkat 2,1 persen ke level US$100,28 per barel.