WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan geopolitik di Asia Barat kembali memanas setelah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat sebagai biang utama ketidakstabilan kawasan, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.
Pernyataan keras itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan pada Sabtu (28/3/2026).
Baca Juga:
Kapolda Jambi Patroli Udara Pantau Titik Rawan Karhutla di Wilayah Provinsi Jambi
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan terbaru konflik di kawasan serta dampak dari operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Dunia harus meminta pertanggungjawaban pemerintah AS dan rezim Israel atas perang ilegal yang dipaksakan terhadap Iran dan kawasan,” ujar Araghchi.
Mirzoyan dalam kesempatan itu turut menyampaikan ucapan selamat Nowruz sekaligus belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Iran Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat senior dan warga sipil.
Baca Juga:
Iran Ancam Beri ‘Pelajaran Tak Terlupakan’ usai Trump Tolak Proposal Perdamaian
Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap warga sipil, termasuk insiden yang menimpa siswa di Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di Kota Minab, Iran selatan.
Pemerintah Armenia menyatakan solidaritas penuh kepada keluarga korban serta rakyat Iran yang terdampak konflik tersebut.
Menanggapi hal itu, Araghchi mengapresiasi dukungan Armenia sekaligus memaparkan berbagai dugaan pelanggaran serius yang terjadi dalam konflik tersebut.