Langkah itu disebut sebagai pelepasan cadangan minyak terbesar yang pernah dilakukan organisasi tersebut.
Memasuki hari ke-13 konflik pada Kamis (12/3/2026), Iran melalui IRGC menyatakan akan memperluas target serangan.
Baca Juga:
Ditengah Perang AS-Israel, Warga Iran Berusaha Jalani Hidup Seperti Biasa
Korps elit militer tersebut mengancam akan menargetkan pusat ekonomi serta institusi keuangan yang dianggap memiliki hubungan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Ancaman itu mendorong sejumlah perusahaan internasional mulai mengevakuasi karyawan mereka dari Dubai.
Perhatian dunia kini tertuju pada Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam cair dunia.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Iran menyatakan pasukan angkatan lautnya telah menyerang kapal kontainer berbendera Liberia bernama Express Rome serta kapal pengangkut curah asal Thailand, Mayuree Naree.
Kedua kapal tersebut diserang karena tetap memasuki wilayah Selat Hormuz meski telah diperingatkan oleh Angkatan Laut IRGC.
Angkatan Laut Oman kemudian melakukan operasi penyelamatan terhadap awak kapal yang terdampak serangan tersebut.