Pada Rabu (11/3/2026), sebuah drone jatuh di dekat bandara Dubai dan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut mendorong sejumlah perusahaan multinasional mulai menarik staf mereka dari wilayah tersebut.
Baca Juga:
Dua Terpidana Kasus Demonstrasi Antipemerintah Dieksekusi Mati di Iran
Kelompok jasa keuangan asal Amerika Serikat Citi dan perusahaan konsultan asal Inggris Deloitte dilaporkan meminta karyawan mereka meninggalkan kantor di Dubai.
Serangan drone juga dilaporkan menghantam tangki bahan bakar di pelabuhan Salalah, Oman.
Perusahaan keamanan maritim swasta Vanguard Tech bahkan melaporkan penghentian sementara aktivitas pelabuhan setelah serangan terjadi di bagian selatan wilayah selat tersebut.
Baca Juga:
Iran Kembali Serang Sekutu AS, Israel Beri Peringatan
Dampak ekonomi dari konflik ini juga meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump.
Pemerintahan Gedung Putih menghadapi kritik karena dianggap memulai perang tanpa persiapan menghadapi konsekuensi globalnya.
“Kapan pun saya ingin itu berakhir, itu akan berakhir,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios.