Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terjadi hanya beberapa minggu setelah pemerintah Iran menindak keras gelombang protes besar di dalam negeri.
Meski demikian, Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa tujuan operasi mereka bukan untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.
Baca Juga:
Ditengah Perang AS-Israel, Warga Iran Berusaha Jalani Hidup Seperti Biasa
Pemerintah Iran juga memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi protes selama situasi konflik berlangsung.
“Semua pasukan kami juga siap, dengan tangan di pelatuk, siap untuk membela revolusi mereka,” kata Kepala Polisi Nasional Iran Ahmad-Reza Radan dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB.
Di tengah situasi perang, warga Iran berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dengan segala keterbatasan yang ada.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
“Kami telah menaruh kepercayaan kami kepada Tuhan. Untuk saat ini, ada makanan di toko-toko,” kata Mahvash (70), seorang warga Teheran.
Sebagian warga menyebut masyarakat mulai beradaptasi dengan kondisi konflik yang terus berlangsung.
“Orang-orang tenang,” kata seorang warga lain. “Mereka mulai terbiasa hidup terlepas dari segalanya dan beradaptasi, sebisa mungkin, dengan situasi ini.”