Fatemeh juga menegaskan bahwa isu kompensasi telah menjadi bagian dari pembicaraan antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Pakistan pekan sebelumnya.
"Isu ganti rugi ini telah menjadi bagian dari pembicaraan antara Teheran dan Washington," katanya.
Baca Juga:
Kasus Penyiraman Andrie Yunus: Dendam Pribadi Jadi Kunci Perkara
Pemerintah Iran hingga kini masih melakukan pendataan menyeluruh atas kerusakan yang terjadi, khususnya pada infrastruktur vital.
Sejumlah fasilitas strategis seperti sektor minyak dan gas, industri petrokimia, pabrik baja, aluminium, hingga kompleks militer dilaporkan menjadi sasaran serangan berulang.
Kerusakan juga meluas ke infrastruktur sipil seperti jembatan, pelabuhan, jaringan rel, universitas, pusat riset, pembangkit listrik, serta instalasi desalinasi air.
Baca Juga:
Tekanan Utang Menghimpit, Bripka Alexander Riberu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Banyak rumah sakit, sekolah, dan permukiman warga dilaporkan rusak parah hingga hancur, memperberat proses pemulihan nasional.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran mengakui tidak mampu memberikan kompensasi kepada warga sipil yang terdampak.
Di sektor penerbangan, Sekretaris Asosiasi Maskapai Iran, Maghsoud Asadi Samani, mengungkapkan kerusakan besar pada armada sipil.