Fatemeh juga menegaskan bahwa isu kompensasi telah menjadi bagian dari pembicaraan antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Pakistan pekan sebelumnya.
"Isu ganti rugi ini telah menjadi bagian dari pembicaraan antara Teheran dan Washington," katanya.
Baca Juga:
Perkuat Sinergi, Danrem 042/Gapu Terima silaturahmi Pengurus PPAD Jambi
Pemerintah Iran hingga kini masih melakukan pendataan menyeluruh atas kerusakan yang terjadi, khususnya pada infrastruktur vital.
Sejumlah fasilitas strategis seperti sektor minyak dan gas, industri petrokimia, pabrik baja, aluminium, hingga kompleks militer dilaporkan menjadi sasaran serangan berulang.
Kerusakan juga meluas ke infrastruktur sipil seperti jembatan, pelabuhan, jaringan rel, universitas, pusat riset, pembangkit listrik, serta instalasi desalinasi air.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di Tempat Hiburan Malam Karawang, Pemkab Ambil Tindakan Tegas
Banyak rumah sakit, sekolah, dan permukiman warga dilaporkan rusak parah hingga hancur, memperberat proses pemulihan nasional.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran mengakui tidak mampu memberikan kompensasi kepada warga sipil yang terdampak.
Di sektor penerbangan, Sekretaris Asosiasi Maskapai Iran, Maghsoud Asadi Samani, mengungkapkan kerusakan besar pada armada sipil.