Pendapatan tersebut dinilai dapat memperkuat dominasi regional Iran sekaligus membantu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membangun kembali kekuatan militernya.
Laporan Lloyd’s List Intelligence menyebut setidaknya dua kapal telah membayar biaya untuk melintas dengan aman melalui jalur yang dijuluki “Gerbang Tol Teheran”.
Baca Juga:
Di Balik Serangan AS: Ludesnya 2 Juta Minuman Energi dan 950 Ribu Galon Kopi
Salah satu kapal dilaporkan membayar hingga 2 juta dolar AS untuk satu kali perjalanan melintasi jalur tersebut.
Rute “Gerbang Tol Teheran” membentang di antara Pulau Qeshm dan Larak, di mana IRGC memverifikasi data kapal dan dalam beberapa kasus memungut biaya.
Ketegangan meningkat sejak Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respons atas serangan yang dimulai pada 28 Februari 2026, yang berdampak pada hampir 20 persen pengiriman minyak dan LNG global.
Baca Juga:
Perang 39 Hari Usai: AS Rugi Besar, 37 Pesawat Hancur
Situasi ini menyebabkan lonjakan harga energi dan mengguncang pasar global.
Perusahaan pelacak kapal Kepler melaporkan bahwa 187 kapal tanker yang membawa sekitar 172 juta barel minyak terjebak di selat tersebut.
Dengan lebih dari 1.000 kapal yang menunggu di kawasan Teluk, kemacetan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari dua minggu untuk terurai dalam kondisi normal.