Dalam skema baru tersebut, kapal-kapal diwajibkan mendekati perairan Iran dan melalui proses negosiasi sebelum diizinkan melintas.
Menurut laporan Bloomberg, operator kapal harus melaporkan detail muatan, tujuan, dan kepemilikan kepada perantara yang terhubung dengan IRGC.
Baca Juga:
Di Balik Serangan AS: Ludesnya 2 Juta Minuman Energi dan 950 Ribu Galon Kopi
Iran kemudian menetapkan biaya tol minimal 1 dolar AS per barel, dengan tarif rata-rata mencapai sekitar 2 juta dolar AS per kapal tanker.
Pembayaran dilakukan menggunakan yuan China atau mata uang kripto sebelum kapal mendapatkan pengawalan militer IRGC masuk dan keluar jalur tersebut.
Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis terbesar Iran dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Baca Juga:
Perang 39 Hari Usai: AS Rugi Besar, 37 Pesawat Hancur
Meski Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali setelah gencatan senjata diumumkan pada Rabu (8/4/2025), Iran menegaskan kontrol penuh tetap berada di tangan mereka.
Seorang pejabat Iran menyatakan bahwa setiap kapal tetap harus berkoordinasi dengan militer Iran meskipun jalur tersebut dinyatakan terbuka.
Jika kebijakan ini berlanjut, dampaknya diperkirakan akan mengubah lanskap perdagangan maritim global dan memaksa banyak negara menyesuaikan strategi energi mereka.