WahanaNews.co | Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terus menyiapkan dan melakukan simulasi evakuasi
warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan, menyusul situasi yang semakin
buruk usaiTaliban menguasai istana kepresidenan.
"Kondisi terkini
WNI di Afghanistan terus diobservasi dan komunikasi dengan mereka terus
berlangsung. Perencanaan dan simulasi untuk evakuasi terus dilakukan,"
ujar juru bicara Kemenlu,
Teuku Faizasyah, kepada wartawan,
Senin (16/8/2021).
Baca Juga:
554 WNI Bermasalah Online Scam di Myanmar Akan Dipulangkan Melalui Thailand
Faizasyah menerangkan
lebih lanjut bahwa rencana kontijensi disiapkan semua perwakilan RI di luar
negeri berdasarkan peraturan untuk mengantisipasi perkembangan politik yang
dramatis atau suatu bencana.
Saat ditanya kapan
tepatnya evakuasi akan dilakukan, Faizasyah tak menyebutkan lebih rinci.
"Sangat dinamis
perkembangannya. Pada waktunya akan diinfokan kapan pelaksanaannya,"
katanya.
Baca Juga:
Linda Yuliana Diduga Dijebak Sindikat Narkotika, Kemlu RI Pastikan Pendampingan Hukum
Sebelumnya, Direktur
Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa
saat ini ada enam warga Indonesia di Afghanistan.
Judha menjabarkan bahwa
enam WNI di Afghanistan itu terdiri dari dua WNI yang bekerja di Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB), dua ekspatriat, dan dua lainnya menikah dengan warga
Afghanistan.
Taliban berhasil
menduduki Kabul dan Istana Kepresidenan
kemarin, Minggu (16/8/2021).