Presiden Afghanistan,
Ashraf Ghani, pun dilaporkan kabur ke Tajikistan demi menghindari pertumpahan
darah.
Ghani menyatakan bahwa
saat ini, Taliban sudah memenangi seluruh pertempuran dari segi senjata.
Baca Juga:
Kerja Sama RI-AS Picu Polemik, Kemenlu Tegaskan Tak Ada Kebijakan Bebas Udara
Mereka, katanya,
memiliki tanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri
rakyat Afghanistan.
Sebelum sampai Kabul,
Taliban telah merebut sejumlah kota strategis di Afghanistan, seperti Herat,
Kandahar, Jalalabad, hingga Mazar-i-Sharif. Beberapa di antaranya direngkuh
tanpa perlawanan.
Setelah merebut Istana
Kepresidenan, Taliban berencana membentuk pemerintahan terbuka.
Baca Juga:
Insiden di Lebanon Selatan, TNI Terluka dan PBB Diminta Lakukan Investigasi Menyeluruh
"Saya berpikir
tentang pemerintah inklusif di Afghanistan. Ini adalah tuntutan dan keinginan
serta demi keamanan seluruh penduduk Afghanistan," ujar juru bicara
Taliban, Sohail Shaheen, dikutip Associated
Press.
Sebelumnya, Taliban
dilaporkan akan mendeklarasikan kembali Emirat Islam Afghanistan, yang runtuh
karena invasi Amerika Serikat pada 2001 lalu.
Namun, rencana itu
disebut ditunda.