Kesepakatan ini menjadi sorotan karena muncul di tengah tekanan politik terhadap Trump, terutama dari kelompok pendukung garis keras yang menilai Washington terlalu banyak memberi ruang bagi Teheran.
Di sisi lain, Iran dinilai berhasil memperoleh keuntungan besar dari meja perundingan, mulai dari peluang pemulihan ekonomi hingga pelonggaran tekanan internasional.
Baca Juga:
YLKI Desak Skema Kuota Internet Lebih Adil, Operator Mulai Janji Fitur Rollover
Kritik media AS pun mempertegas bahwa perjanjian damai tersebut belum sepenuhnya diterima sebagai kemenangan diplomatik Washington.
Bagi para pengkritik, kesepakatan itu justru menunjukkan posisi Iran yang mampu menekan Amerika Serikat untuk memberikan konsesi besar tanpa jaminan penghentian penuh program nuklirnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.