Setelah insiden terjadi, pihak pangkalan segera memberlakukan status lockdown untuk mengamankan area.
Petugas tanggap darurat langsung dikerahkan ke lokasi sementara investigasi resmi dimulai.
Baca Juga:
Perang 39 Hari Usai: AS Rugi Besar, 37 Pesawat Hancur
"Detail lebih lanjut akan dirilis seiring tersedianya informasi," kata pihak pangkalan dalam pernyataan di media sosial.
Pihak pangkalan juga mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung yang tetap tenang sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, Departemen Kepolisian Mountain Home mengumumkan bahwa seluruh rangkaian acara pertunjukan udara dibatalkan.
Baca Juga:
Dua Jet Tempur AS Dijatuhkan Iran, Teknologi Senyap EO/IR Bongkar Celah Pertahanan Modern
Masyarakat diminta menjauhi area pangkalan agar proses evakuasi dan investigasi berjalan lancar.
EA-18G Growler merupakan varian peperangan elektronik dari F/A-18F Super Hornet yang dirancang untuk mengacaukan radar dan sistem komunikasi musuh.
Pesawat ini bukan jet tempur serang biasa, melainkan platform khusus untuk mendukung operasi militer dengan kemampuan jamming elektronik.