Biaya pengadaan satu unit EA-18G Growler diperkirakan mencapai 60 hingga 70 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun.
Nilai tersebut dapat meningkat tergantung konfigurasi, paket avionik, dan perlengkapan misi yang disematkan.
Baca Juga:
Perang 39 Hari Usai: AS Rugi Besar, 37 Pesawat Hancur
Pengembangan Growler disetujui pada 2003, menjalani penerbangan perdana pada Agustus 2006, dan mulai digunakan secara operasional pada 2009.
Hingga kini, pesawat tersebut masih terus diproduksi dan dimodernisasi sebagai salah satu aset penting peperangan elektronik militer Amerika Serikat.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.