Menurutnya, eskalasi tindakan terhadap UNRWA merupakan sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima dalam tatanan hukum internasional.
Ia mendesak Israel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas pembongkaran dan mengembalikan kompleks UNRWA kepada PBB tanpa penundaan.
Baca Juga:
Profil Letkol Inf Paulus Pandjaitan, Perwira Kopassus yang Tegas Jaga Kedaulatan RI di Forum PBB
Guterres juga menyoroti bahwa serangan yang terus berulang terhadap UNRWA berpotensi melemahkan peran lembaga kemanusiaan dalam memberikan bantuan vital bagi warga sipil Palestina.
Kecaman serupa disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, yang mengungkapkan kemarahannya atas insiden tersebut.
Ia menilai peristiwa ini mencerminkan peningkatan tajam ketegangan antara otoritas Israel dan UNRWA.
Baca Juga:
Dewan Perdamaian Gaza Tuai Kontroversi, Prancis Tegas Menolak Undangan Trump
PBB menilai bahwa Israel terus melakukan tekanan terhadap kelompok bantuan kemanusiaan dan aktor PBB yang berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Israel disebut berencana memutus pasokan air dan listrik ke sejumlah fasilitas UNRWA, termasuk gedung yang digunakan untuk layanan kesehatan dan pendidikan.
UNRWA juga mencatat bahwa sejumlah fasilitasnya sebelumnya telah menjadi sasaran pembakaran di tengah maraknya kampanye disinformasi yang menargetkan lembaga tersebut.