Para narapidana asal Norwegia itu sebagian besar ditempatkan di Lapas Norgerhaven, yang berada di wilayah Drenthe, Belanda.
Berbeda dari penjara Norwegia, fasilitas di penjara Belanda disebut lebih sederhana dan tidak akan diubah hanya karena kedatangan tahanan dari luar negeri.
Baca Juga:
Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin PLN, RUPS 2026 Perkuat Struktur Direksi Perseroan
"Kami tidak akan mengubah fasilitas dengan kedatangan narapidana asal Norwegia," kata Oosterveer.
Belanda ternyata bukan baru sekali menyewakan ruang tahanannya kepada negara lain demi menjaga keberlangsungan lapas dan pekerjaan para petugas.
Sebelum menampung tahanan Norwegia, Belanda juga pernah menerima narapidana dari Belgia karena negara tetangganya itu menghadapi persoalan kelebihan kapasitas penjara.
Baca Juga:
Bandara Kalimarau Kurangi Beban Listrik Harian Lewat PLTS On-Grid
Pada 2013, sebelum kebijakan semacam itu semakin dikenal publik, Belanda bahkan terpaksa menutup delapan lapas berukuran sedang karena jumlah penghuninya terus menyusut.
Sejumlah bangunan bekas penjara kemudian dialihfungsikan menjadi tempat lain yang lebih produktif, termasuk penginapan dan fasilitas sosial.
Salah satu contoh paling terkenal adalah Het Arresthuis di Roermond, dekat perbatasan Jerman, yang dulunya dikenal sebagai penjara keras dan kini berubah menjadi hotel.