Ini bukan pertama kalinya Ansarallah meluncurkan operasi terhadap Israel. Awal pekan ini, kelompok tersebut juga mengumumkan dimulainya blokade laut di pelabuhan Haifa.
Saree memperingatkan perusahaan-perusahaan yang bergantung pada pelabuhan itu untuk segera bertindak.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Ia mengklaim bahwa langkah ini mengikuti sukses mereka menutup aktivitas pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat).
Radio militer Israel mencatat bahwa sejak perang di Gaza kembali pecah pada bulan Maret, setidaknya 37 roket telah ditembakkan dari Yaman ke wilayah Israel.
Pakar militer Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi menyebut pengumuman terbaru Ansarallah sebagai sinyal pergeseran ke strategi baru, yakni "pencegahan pembalasan".
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Menurutnya, meskipun Ansarallah belum mampu menimbulkan kehancuran setara dengan agresi Israel di Yaman, mereka berhasil menciptakan kepanikan massal, mengacaukan jadwal penerbangan, serta memaksa evakuasi penduduk.
Al-Duwairi menambahkan bahwa dengan menyerang berbagai lokasi sekaligus, kelompok ini bertujuan membebani sistem pertahanan udara Israel hingga batas maksimal.
Serangan simultan tersebut tidak hanya menguras sumber daya, tetapi juga memicu tekanan ekonomi dan militer.