Sistem DNS sendiri pada dasarnya berfungsi seperti buku telepon digital yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP agar dapat diakses oleh perangkat pengguna.
Di Rusia, sistem yang digunakan dikenal sebagai National Domain Name System (NDNS), yang diperkenalkan bersamaan dengan penerapan Undang-Undang Internet Berdaulat.
Baca Juga:
Melihat Nasib Konsumen di HUT RI ke-80: Belum Merdeka
Melalui regulasi tersebut, seluruh penyedia layanan internet diwajibkan menggunakan NDNS agar pemerintah dapat mengendalikan lalu lintas dan akses situs secara terpusat.
Tanpa dukungan DNS yang sesuai, sebuah situs web tidak dapat diakses secara normal.
Laporan dari sejumlah kanal Telegram bahkan menyebutkan bahwa beberapa domain media internasional turut dihapus dari sistem tersebut, sehingga semakin membatasi arus informasi dari luar negeri.
Baca Juga:
Saksi Ungkap Peran 4 Terdakwa Kasus Judol Komdigi: Pengumpul Website Hingga Pengumpul Duit
Sebelumnya, Roskomnadzor lebih sering mengandalkan teknologi Deep Packet Inspection (DPI) untuk membatasi akses internet.
Teknologi ini memungkinkan otoritas menyaring sekaligus memperlambat lalu lintas data tertentu tanpa harus memblokirnya sepenuhnya.
Akibat penerapan DPI, sejumlah platform seperti YouTube memang masih dapat diakses, tetapi dengan kecepatan yang sangat lambat.