Rangkaian ucapan Trump tersebut dinilai memperlihatkan pola lama, yakni merespons isu besar dengan pernyataan pendek, mengejutkan, dan kerap bertolak belakang dengan keresahan publik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump berulang kali dituding tidak menjawab kegelisahan masyarakat dengan empati, tetapi dengan kalimat-kalimat yang terkesan meremehkan masalah.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Salah satu contoh paling disorot muncul setelah laporan pertama mengenai tiga tentara AS yang tewas dalam konflik Iran.
Saat berbicara kepada NBC News, Trump memasukkan kematian tentara AS ke dalam perhitungan untung rugi perang.
"Kami kehilangan tiga orang, tetapi kami memang memperkirakan akan ada korban. Namun pada akhirnya ini akan menjadi kesepakatan yang hebat bagi dunia," ujarnya.
Baca Juga:
AS Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun, Sinyal Keras Menuju Kesepakatan Baru
Pernyataan itu memicu kecaman dari Partai Demokrat karena Trump dianggap gagal menunjukkan rasa hormat kepada keluarga korban.
Trump kemudian kembali membuat pernyataan yang dianggap dingin ketika memperkirakan kemungkinan adanya korban tambahan.
"Memang begitulah adanya," kata Trump.