Publik juga menilai pemerintah belum memberi perhatian cukup terhadap tekanan harga yang dialami rumah tangga.
Komentar terbaru Trump mengenai inflasi diperkirakan akan terus menjadi bahan kritik menjelang pemilu sela AS 2026.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Saat ditanya mengenai lonjakan inflasi hingga 4,2 persen yang sebagian dipicu kenaikan biaya energi akibat perang Iran, Trump justru menyebut data itu positif.
"Angkanya sangat bagus," kata Trump.
Trump kemudian melanjutkan komentarnya dengan kalimat yang membuat kritik terhadap gaya asal bicaranya kembali meledak.
Baca Juga:
AS Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun, Sinyal Keras Menuju Kesepakatan Baru
"Saya menyukainya. Saya suka inflasi," ujar Trump.
Trump diduga berupaya menyampaikan bahwa tekanan harga akan mereda setelah konflik berakhir.
Namun, cara penyampaiannya membuat publik menangkap pesan berbeda, yakni seorang presiden terdengar menyukai inflasi ketika rakyatnya harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan harian.