Trump mengatakan ia menghargai warga yang bersedia menanggung kenaikan harga untuk sementara waktu.
"Saya menghargai semua orang yang bersedia menanggungnya untuk sementara waktu. Tidak akan berlangsung lama," ujarnya.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Padahal survei Reuters/Ipsos menunjukkan hampir dua pertiga warga Amerika mengaku kenaikan harga BBM telah memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga mereka setidaknya dalam tingkat tertentu.
Isu keterjangkauan biaya hidup juga pernah disebut Trump sebagai tipuan sepanjang tahun sebelumnya.
"Ini adalah penipuan. Saya pikir keterjangkauan adalah penipuan terbesar," katanya dalam salah satu kesempatan.
Baca Juga:
AS Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun, Sinyal Keras Menuju Kesepakatan Baru
Pernyataan tersebut membingungkan banyak pihak karena selama kampanye Pilpres 2024, Trump justru menjanjikan penurunan biaya hidup sebagai salah satu agenda utama.
Bagi para pengkritiknya, kontradiksi semacam ini menunjukkan bahwa Trump sering berbicara mengikuti momentum politik, bukan berdasarkan konsistensi pesan.
Sejumlah survei menunjukkan mayoritas warga AS percaya keterjangkauan biaya hidup merupakan masalah nyata.