"Saya bahkan tidak lagi bertanya bagaimana keadaan Anda sekarang. Rasanya semua orang menghasilkan begitu banyak uang," kata Trump kepada para CEO yang hadir.
Pernyataan itu dinilai kontras dengan citra populis Trump yang selama ini mengaku sebagai pembela kelas pekerja.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Ketika warga biasa mengeluhkan harga kebutuhan hidup, Trump justru terdengar lebih nyaman berbicara tentang keuntungan kalangan bisnis.
Dalam isu Iran, gaya asal bunyi Trump kembali terlihat setelah Teheran meluncurkan serangan ke pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, dan bandara Kuwait pada pekan sebelumnya.
Trump menyebut serangan itu bukan masalah besar dan menggambarkannya sebagai pembalasan yang dapat dimengerti.
Baca Juga:
AS Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun, Sinyal Keras Menuju Kesepakatan Baru
Ucapan tersebut dipertanyakan karena ketegangan antara Washington dan Teheran saat itu masih sangat tinggi.
Pada bulan sebelumnya, Trump juga meremehkan dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap masyarakat.
"Ini hanya recehan," katanya kepada wartawan.