"Mungkin anak-anak akan punya dua boneka, bukan 30 boneka," katanya.
Komentar tersebut dianggap menyederhanakan beban keluarga yang harus menghadapi kenaikan harga barang konsumsi.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Trump lalu membuat pernyataan lain mengenai alat tulis anak-anak.
"Anda tahu, Anda bisa mengurangi produk tertentu. Anda bisa mengurangi pensil, karena di bawah kebijakan China, setiap anak bisa mendapatkan 37 pensil. Mereka hanya membutuhkan satu atau dua saja," ujarnya.
Kalimat itu kembali menunjukkan gaya Trump yang cenderung menjawab persoalan ekonomi rumah tangga dengan perumpamaan yang provokatif.
Baca Juga:
AS Cairkan Aset Iran Rp102 Triliun, Sinyal Keras Menuju Kesepakatan Baru
Alih-alih menenangkan publik, komentar seperti itu justru membuat banyak pihak menilai Trump tidak memahami tekanan yang dirasakan keluarga kelas pekerja dan menengah.
Sorotan serupa muncul ketika Trump menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Januari 2026.
Di hadapan para CEO, Trump membanggakan keberhasilan kebijakannya dalam menciptakan keuntungan bagi kalangan bisnis.