Renfe mengatakan bahwa perusahaannya ingin menciptakan peluang bagi perempuan dalam bisnis lokalnya.
Karena saat ini perusahaan sudah memperkerjakan 80 laki-laki untuk mengemudikan kereta api di Arab Saudi, dan memiliki 50 lagi di bawah instruksi.
Baca Juga:
BPKN Desak Pelaku Usaha Bertanggung Jawab atas Jemaah Umrah Korban Kecelakaan di Arab Saudi
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi telah melakukan upaya untuk meningkatkan jumlah perempuan yang bekerja sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.
Saudi juga telah mendorong sejumlah reformasi sosial, termasuk mengakhiri larangan mengemudi bagi perempuan dan melonggarkan undang-undang perwalian laki-laki untuk memungkinkan perempuan bepergian dengan bebas.
Sebagai akibat dari perubahan tersebut, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja meningkat hampir dua kali lipat selama lima tahun terakhir, menjadi 33 persen dan lebih banyak perempuan daripada laki-laki yang memasuki angkatan kerja pada paruh pertama tahun lalu.
Baca Juga:
20 Jamaah Umroh Asal Indonesia Mengalami Kecelakaan dalam Bus, 6 Diantaranya Meninggal Dunia
Namun, laki-laki masih memegang mayoritas pekerjaan, terutama di sektor publik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu oleh Brookings Institute yang berbasis di AS. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.